The Magnificent Granite Rock in Belitung Island

BI30

granite rock formations

Yihaaa! Rejeki anak sholeha. Kegiatan yang paling menyenangkan ditengah-tengah kebosanan ditempat kerjaan adalah outing. Outing kembali diadakan sama orang-orang kantor lagi menuju tempat yang menarik pulaunya. Bersyukur gak ada henti-hentinya sih gw. *angel face*. Di bulan Agustus 2014 matahari lagi terik-teriknya, cocok buat pergi ke pantai. Based on the novel, Laskar Pelangi. Laskar Pelangi is a 2008 Indonesian film adapted from the popular same titled novel by Andrea Hirata. Film laskar pelangi sangatlah berkesan dan penuh makna terutama untuk pendidikan serta persahabatan. Pulau Belitung ini cukup terkenal dengan beberapa batu granit raksasa dan hamparan savana biru hijau lautnya. Jumlah penduduknya pun tidak terlalu banyak jadi bener-bener serasa pulau milik sendiri. Hehehe. Jadi kebayang kan kalo film Laskar Pelangi yang selama ini gw cuma liat di tv atau bioskop gak kalah jauh sama aslinya yang gw liat sendiri. Gak percaya? Nih coba liat deh.

Di hari pertama gw dan temen-temen outing lainnya udah standby untuk pergi menggunakan pesawat dari bandara Soekarno-Hatta menuju bandara H.A.S. Hanandjoeddin. Gak semua pesawat yang mempunyai rute langsung ke Belitung. Mungkin yang bisa gw recommend, Citilink, Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia. Setelah kita semua berkumpul di Bandara sana, kita lalu menunggu bus yang akan menjemput kita.

image

at H.A.S. Hanandjoeddin

Kali ini EO yang digunakan punya’nya Pak Rustam Effendi, salah satu karyawan EID (Ericsson Indonesia) which is kantor gw sekarang. Dia mempunyai tour and travel namanya http://www.BelitungIsland.com. The number one tour provider in Belitung. Kita pertama dijemput langsung dibawa ke Mie Belitung Atep di Tanjung Pandan. The noodles taste is quite sweet, order another one with Jeruk Kunci ice. Jeruk Kunci is a lemon from Belitong, it’s really a good companion for Mie Belitung.

DSC_0033 DSC_0034 image (1)

Lanjut dari situ kita berangkat lagi menuju salah satu lokasi tempat pembuatan film Laskar Pelangi yaitu ke pantai Tanjung Tinggi. Tanjung tinggi adalah pantai yang diapit oleh dua semenanjung, yaitu tanjung Kelayang dan tanjung Pendam. Pantai Tanjung Tinggi berada di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung. Letaknya di sebelah utara pulau Belitung, jaraknya 37 km dari pusat kota Tanjungpan dan hal pertama yang gw liat adalah Pantai pasir putih halus, laut biru membentang dan bebatuan besar di pantai dangkal. Such an amazing places that I’ve ever seen so far. Explore ditempat ini gak cukup sebentar, karena bagian kanan dan kirinya cukup luas dan kita akan terkejut melihat masih banyak batu-batu besar disepanjang pantai. Serasa pengen bersyukur terus melihat hasil karya keagungan Tuhan. Parah. Kalo ngebahas Belitung dan laskar pelangi memang gak ada habisnya karena keindahan pantainya yang sangat menawan membuat kita ingin berlama lama di lokasi ini.

BI BI10 BI25 BI24 BI23 Bi22 BI27 BI28 20140823_092749 20140823_092802 20140823_092812 BI29 BI32 BI34 BI35 BI31 BI36 BI37 BI39 BI41

Dari situ setelah makan siang di sekitar pantai Tanjung Tinggi, kita akan pindah menuju Kampong Dedaun. Disini tentunya ada banyak daun, pohon, pasir, laut biru bersih dan beberapa permainan seperti voli, banana boat dan kano juga bisa gunakan. Abis gw main voli pantai sama temen-temen gw duduk nyantai dibawah pohon kelapa sambil menikmati sejuknya udara pada hari itu. Kemudian tiba lah kami d hotel Aston yang sangat bagus menurut gw di Belitung. They had a spectacular ocean view infinity edge swimming pool! Istirahat sebentar, bersihin diri dan lanjut kita makan malam.

BI26

Hari kedua pasti akan jauh lebih menyenangkan karena kita akan keliling pulau dari pantai Kelayang, with granite boulders on its southern end of the peninsula, as well as several small islands with excellent snorkeling. Yeah, we’re ready for sail!

BI46 DSCN1119 DSCN1121 BI1

Tujuan kita yaitu pertama ke Pulau Basir. This sand bank is only accessible at low tide. Covered by starfish. Disini gw nemuin starfish dan agak berebutan sama pengunjung lain untuk bisa motoin bintang laut ini.

BI47 DSCN1216

Lanjut lagi ke Pulau Burong. This island, named after a bird-shaped rock, has secluded beaches and private cottages on it. Disini gw dan temen-temen lainnya tetep harus foto-foto dan menikmati tempatnya. Gw liat beberapa burung yang terbang bebas diatas. Seru dan pemandangan yang indah banget.

BI164 BI165 BI166 BI167 BI168

And last but not least, tujuan terakhir kita ke Pulau Lengkuas, on this island stands a 100+ year lighthouse that was cast in England then shipped to Indonesia and assembled by the Dutch in 1889 to guard the straight between Bangka and Belitung. Each piece has a number stamped on it and they were bolted together. Stunning view from the top, 60 meters above the ocean. Rp 5000 entry fee. Great snorkeling just off shore. Gw dan yang lainnya makan siang disini, walaupun cuaca panas banget tapi kita tetep mau explore pulau-pulau sampe naik ke mercusuarnya. Niat banget saking pengen liat view dari atas.

BI44BI2 BI43 BI49 BI51 BI3BI4BI62BI63

Sorenya kita ketempat kolam renang di hotel. Walaupun gw gak berenang at least gw bisa menikmati sunsetnya yang cantik.

BI6 BI7 BI38 BI40 BI42BI5

Malamnya pun kita balik lagi ke Kampong Dedaon untuk makan malam dan ada beberapa acara disana yang dibuat sama temen-temen panitia outing.

BI8 BI9

Hari terakhir berasa sedih sih karena rasanya gak akan pernah puas explore surga di Belitung. Let’s breakfast first!

BI54

Sebelum pulang ternyata kita masih bisa mampir kerumah adat Belitung di Tanjung Pandan. When we come to this place, we can learn more about Indonesia, diversity of cultures. Really unique tradition, started from house, their cultural marriage, uniform, items, etc. Coba deh mampir ke Rumah Adat Belitung, supaya gak cuma mengenal kekayaan pantai Belitung, tapi juga mengenal kekayaan adat budaya Belitung. Rumah adat Belitung ini terletak di samping rumah dinas Bupati Belitung. Rumah adat ini berbentuk seperti rumah panggung dan terbuat dari kayu. Di sini juga terdapat petugas yang siap memberikan informasi mengenai rumah adat ini. Jadi kita diberikan kemudahan dalam mempelajari adat Belitung.

BI11 BI12 BI20 BI59 BI61

Lalu kita pindah ke Danau Kaolin di Aik Raya. Dananu ini dulu bekas penambangan ball clay, kaolin, pasir kuarsa, seharusnya para pengusaha tambang menjalankan reklamasi dengan menimbun kembali pit bekas tambang dengan material humus. Hmm, padahal pulau belitung ini sebelum di gali diatasnya banyak sekali tanaman bonsai alami. Diluar semua itu, this beautiful lake has a dazzling white sandstone. Rocks at Kaolin is white and blue of the lake water into an unusual sight. Natural landscape is also being targeted as a location for beautiful photography.

BI52 BI50 BI53 BI56 BI57 BI60 BI58

Once again I’m so thankful for my opportunity to discover this places like Belitung.

 BI55 BI169 BI170
“Laskar Pelangi”. Link on youtube:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s